Dongengfilm's Blog

“The Expendables 3” (Patrick Hughes, 2014), sebuah catatan.

Bagi saya masih lebih enak ditonton ketimbang film-film ‘super heroes’. Tampaknya serial “The Expendables” merupakan upaya untuk menampilkan ‘human heroes’ di antara gegap gempita kesuksesan serial ‘super heroes’ dari Marvel.

Meskipun tokoh-tokoh yang tampil sebagai jagoan maupun penjahat dalam serial ini tampil sebagai tokoh baru dengan nama baru, namun mereka tetap membawa ciri khas mereka dalam serial kejagoanan masing-masing dalam film-film mereka sebelumnya. Bahkan dengan senjata khas mereka masing-masing dalam karakter di film-film tersebut.

Angkat topi untuk penulisan skenario “The Expendables 3”. Tetap sih bertahan sebagai film gedebak-gedebuk, dar der dor, kaboom di mana-mana tapi ceritanya kali ini sebenarnya cukup rumit.

Kalau diruntut kurang lebihnya begini:
1. Operasi pembebasan “Doc” (Wesley Snipes) – sukses.
2. Operasi penangkapan tokoh pelanggar HAM internasional, Stonebanks (Mel Gibson) – gagal,
3. Pengenalan karakter Drummer (Harrison Ford) sebagai agen CIA menggantikan Church (Bruce Willis) yang muncul dalam “The Expendables 2”.
4. Pembubaran tim ‘tua’ “Expendables”.
5. Perekrutan anggota “Expendables” baru dengan memperkenalkan keunikan dan keahlian karakter masing-masing pada saat perekrutan.
6. Penyerbuan ke sarang Stonebanks berhasil ditangkap (relatif terlalu mudah) tapi kemudian lolos dan menangkap keempat anggota baru “Expendables”. Klasik film laga Hollywood banget.
7. Akhirnya seorang sosok yang tadinya gagal dalam perekrutan diperbolehkan ikut serta. Galgo, dengan gaya khas budaya Hispanik, karakter yang memang selalu melekat pada diri Antonio Banderas dalam film-film sebelumnya.
8. Tim ‘tua’ tidak rela melepas Barney Ross (Sylvester Stallone) berangkat sendiri membebaskan anggota “Expendables” muda.
9. Harrison Ford yang selalu berawal ringkih kemudian jadi jagoan, ciri khasnya di banyak film sebelumnya, sebagai Drummer juga demikian. Tiba-tiba dia memimpin upaya penyelamatan sendiri. Hanya bertiga: Drummer, Trench (Arnold Schwarzenenegger) yang tetap memegang senjata berat penyiram peluru seperti dalam film “Commando” (1985) ataupun “Predator” (1987), serta Yin Yang (Jet Li) yang tetap tampil kecil, jenaka tapi jago berkelahi.
10. Penyerangan ke markas Stonebanks.
11. Pesta kemenangan dimana kedua generasi “Expendables” bersatu setelah bahu membahu mengalahkan gerombolan Stonebanks. Dan di sini pun Barnet mengevaluasi karakter masing-masing anggota baru di dalam kinerja tim “Expendables”,

Semua plot dan sub-plot di atas tampil utuh dalam waktu 126 menit!

Ciri khas karakter masing-masing dalam serial “Expendables” sama dengan ciri khas mereka dalam film-film sebelumnya juga tampak pada karakter James Munroe (Eric Roberts) dan Tool (Mickey Rourke) dalam “The Expendables” (Sylvester Stallone, 2010) ataupun karakter Vilain (Jean-Claude Van Damme), Booker (Chuck Norris) dan Church (Bruce Willis) dalam “The Expendables 2” (Simon West, 2012).

Ide cerita “The Expendables 3” berasal dari Sylvester Stallone. Penulisan skenario dilakukan oleh Stallone dan pasangan Creighten Rothenberg beserta istrinya Katrin Benedikt. Penulisan karakter oleh Dave Callaham.

Kalau skenario bisa dibilang sebuah resep masakan, maka keempat orang itulah pembuat ‘resep’ film tersebut. Oleh sutradara Patrick Hughes selaku Chef, resep pun diujudkan dalam bentuk film yang… bagi saya, seru dan cukup jenaka!

“The Expandables” adalah serial “human heroes” yang berhasil di antara gemuruh “super heroes” Hollywood menyerbu pasar dunia.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: