Dongengfilm's Blog

Februari 23, 2014

Eksperimen Penguasa Alam Semesta

Filed under: Tak Berkategori — dongengfilm @ 5:19 pm

Menonton film “In The Land of Blood and Honey” (Angelina Jolie, 2011) yang berkisah tentang Perang Bosnia.

Kembali sebagai manusia kita menjadi bingung. Agama menjadi sumber kebencian antar anak bangsa. Agama yang berkuasa akan membantai warga yang berbeda agama. Setalah Perang Dunia II hal ini terutama terjadi di antara agama Samawi.

Sebelum kehadiran agama Samawi yang mendunia, kita bisa baca dalam sejarah bahwa pertikaian antara pengikut agama Hindu dan Buddha pun tidak kalah dahsyat dan berdarah dibandingkan dengan pertikaian antara pengikut agama Islam dan agama Nasrani.

Dulu, entah kapan, ketika Penguasa Alam Semesta memutuskan untuk menurunkan agama Samawi di kawasan Timur Tengan, mungkin… sekali lagi… mungkin… Ia tergerak untuk mendamaikan kehidupan berbagai suku bangsa di sana yang pada umumnya berdarah panas dan ringan pedang itu.

Seperti halnya juga agama Hindu dan Buddha lahir di India… yang juga adalah bangsa yang berdarah panas dan ringan pedang. Mungkin ini adalah bagian dari proses pencitptaan manusia, trial and error dari eksperimen Penguasa Alam Semesta.

Kembali ke pertikaian antara pengikut agama Samawi, permusuhan antara keturunan Abraham atau Ibrahim ternyata berlanjut sampai sekarang.

Gilanya lagi, permusuhan kemudian menyebar ke seluruh dunia, menghinggapi manusia-manusia bukan keturunan bangsa Arab maupun Yahudi. Ajaran kebaikan dan menjalankan hidup sesuai ajaran agama masing-masing secara tersirat mengandung ajaran kebencian antar agama yang tertanam di antara pengikut agama Samawi.

Kebencian yang kemudian dimanipulasi habis-habisan untuk kepentingan politik golongan tertentu di seluruh dunia. Di Indonesia hal itu jelas tercatat sejarah dalam pertikain agama yang terjadi di Maluku pada awal milenium 2000.

Kalau dikaji kembali dari sudut sejarah, kebencian antar pengikut agama Samawi itu menguar tajam setelah Perang Dunia II. Setelah negara-negara Sekutu menyetujui pemindahan bangsa Yahudi dari negara mereka ke Israel… yang oleh bangsa Yahudi dipercaya sebagai ‘tanah perjanjian’. Hitler dan Nazi dikalahkan, keturunan Yahudi yang dipersatukan oleh Hitler dibuang ke Timur Tengah.

Keputusan politik yang tidak bertanggung-jawab dari pimpinan negara-negara Sekutu ini membuat kawasan Timur Tengah menjadi kawasan yang terus bergolak.

Isu perebutan tanah pun bercampur dengan sentimen keagamaan karena kebetulan bangsa Yahudi menganut agama yang adalah akar dari agama Samawi. Lebih gila lagi, dengan penafsiran baru, pertikaian berkembang menjadi benturan antara pengikut agama Nasrani melawan pengikut agama Islam. Padahal, kalau dilihat dari sejarahnya, agama Yahudi pun memusuhi agama Kristen.

Kedekatan Israel dengan bangsa Sekutu yang mayoritas beragama Kristen menjadi dasar perkembangan tersebut. Apalagi dalam berbagai pertikaian di kawasan Timur Tengah tersebut Amerika Serikat yang selalu berpihak pada Israel. Konon hal ini disebabkan karena penguasa sebenarnya di negara pengacau dunia itu adalah mereka yang masih berdarah Yahudi.

Sebentar lagi warganegara Indonesia akan mengikuti pemilihan umum. Sentimen antar agama itu sudah dihembuskan kuat dalam beberapa tahun terakhir ini. Pendidikan yang tampaknya memang dirancang oleh penguasa untuk kepentingan penguasa… rakyat bodoh logika bisa dibilang adalah rakyat yang sesuai dengan kepentingan penguasa… sejak rejim Soeharto berkuasa.

Orang bodoh logika biasanya paling mudah disulut rasa kebenciannya. Penguasa yang memang tidak berniat memajukan rakyat dan negara akan memanfaatkan kebodohan logika dengan mengadu domba rakyat sehingga mereka bisa menancapkan cakar kekuasaannya.

Mudah-mudahan di Indonesia persentasi rakyat cerdas logika masih lebih banyak daripada yang bodoh logika. Pertikaian seperti yang terjadi di Kepulauan Maluku satu dekade lalu tidak perlu terulang kembali dalam Pemilu 2014. Apalagi rakyat kali ini harus terpaksa memilih calon yang mendingan di antara yang buruk, rakus dan hanya mementingkan diri sendiri itu. Rugi bandar kalau harus berkelahi satu sama lain hanya untuk calon-calon yang tidak berbobot negarawan tersebut.

Setelah mengamuk selama hampir satu dekade melalui berbagai bencana, semoga Penguasa Alam Semesta tidak bermaksud memanen buah eksperimen kecilNya di bumi nusantara pada tahun 2014.

Indonesia tidak perlu menjadi seperti Bosnia. Tidak perlu juga menjadi seperti Rwanda ataupun Kampuchea.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: