Dongengfilm's Blog

Oktober 20, 2013

Filed under: Tak Berkategori — dongengfilm @ 11:32 am
Memorial HM Soeharto
By Tino Berceloteh

Ternyata berita kecil di HU Kompas minggu setelah tanggal 8 Juni 2013 benar adanya. Sebuah museum baru telah diresmikan: Memorial Jenderal HM Soeharto. Lokasinya di desa Kemusuk, Bantul, Jogjakarta.

Di dalam museum yang tertata sangat apik ini kita tidak hanya melihat bangunan dengan mutu berkelas (kalau kita bandingkan dengan banyak bangunan museum di daerah yang bisa dibilang ala kadarnya itu), tapi juga riwayat perjalanan hidup HM Soeharto. Jenderal besar TNI AD yang berbintang lima.

Tentu saja penekanannya adalah titik balik dimana kariernya meroket: Peristiwa G30S 1965. Seperti halnya Monumen di Lubang Buaya yang tidak juga kunjung dibongkar meski sudah banyak data yang meragukan cerita versi Orde Baru, di Memorial HM Soeharto ini pengunjung kembali disuguhkan diorama terkait dengan penggalian para jenderal Pahlawan Revolusi tersebut.

Terlepas dari banyaknya buku yang menuliskan data baru berupa kesaksian para korban 1965, isi museum ini tetap berlenggang teguh dengan sejarah versi Orde Baru yang didengungkan selama 32 tahun masa kekuasaan Soeharto.

Beberapa hari lalu museum ini dikunjungi oleh Presiden SBY sebagai bagian dari rangkaian kunjungannya di Provinsi DIY Yogyakarta. Artinya, Presiden dengan tegas mengamini keberadaan museum yang mulai dibangun Oktober 2012 dan diresmikan pada 8 Juni 2013 ini. Dengan kata lain, sebagai presiden, SBY membenarkan semua data yang ada di museum tersebut, termasuk pemakaian istilah G30S/PKI yang setelah pasca Reformasi 1998 diubah menjadi G30S karena banyaknya polemik terkait dengan peran PKI dalam “kudeta” tersebut.

Sampai saat ini peran Reformasi 1998 tidak pernah dibahas secara khusus dalam pelajaran di sekolah. Bahkan pelajaran sejarah bangsa sendiri bisa dibilang sudah diminimalkan sejak pasca Reformasi. Mungkin karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sendiri kewalahan untuk menetapkan versi sejarah yang benar.

Sejarah bangsa sejak merdeka pada 17 Agustus 2013 sudah sejak awal dibengkok-bengkokkan oleh para penguasa. Apalagi di jaman Orde Baru yang berusaha menonjolkan peran TNI AD sebagai elemen yang paling berharga dalam kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Jepang dan upaya Belanda untuk kembali menjajah Indonesia.

Sebuah koreksi pernah dilontarkan oleh Presiden Gus Dur terkait dengan Peristiwa G30S tapi itupun dengan cepat diredam oleh para pelaku gerakan yang sebenarnya. Pelaku yang gatal-gatal dan takut kalau kebenaran terungkap secara utuh. Kebenaran yang akan mempertanyakan legitimasi kekuasaan mereka selama 32 tahun (dan tentu saja masih sampai sekarang). Dan kalau legitimasi itu dipertanyakan, apa hak mereka untuk seenaknya memperlakukan Indonesia dan bumi nusantara sebagai milik mereka?

Satu hal yang pasti adalah keberadaan museum dan isinya sejarah versi Soeharto yang sudah diamini oleh Presiden SBY ini harus segera disikapi oleh para sejarawan nasional. Mereka harus bergerak lebih cepat dalam menguak dan menulis sejarah versi sejarawan. Kebenaran sejarah itu sendiri. Bukan mendiamkan sehingga 50 tahun yang akan datang rakyat justru melihat sejarah yang dimonumenkan oleh Monumen Lubang Buaya maupuan Memorial HM Soeharto ini adalah sejarah yang benar terkait dengan Peristiwa G30S.

Gambar

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: