Dongengfilm's Blog

Oktober 10, 2013

Filed under: Umum — dongengfilm @ 5:02 am

Selamat Kamis pagi.

Satu per satu KPK melucuti mafia perangkat dan pejabat hukum yang memperdagangkan hukum untuk kepentingan pribadi mereka.

(Pribadi di sini tolong diartikan sebagai kata jamak. Bukan mengacu pada individu tapi tetap saja dibagikan secara berjamaah di antara mereka, untuk kekayaan sendiri, bukan masuk ke kas negara.)

Satu per satu para pejabat sipil diungkap kejahatan mereka. Mereka tak lain tak bukan adalah kumpulan maling berbaju sopan, rajin tampil berahlak dan menonjolkan diri sebagai warga beragama.

Tapi tentu saja sebagai rakyat kita tak boleh terkecoh. Banca’an berjamaah atas uang rakyat juga terjadi di kalangan Polri maupun TNI. Hanya saja pembuktiannya lebih sulit karena akses mendapatkan data dari kedua lembaga ini jauh lebih sulit. Mereka lebih kompak dan tertutup dalam menerapkan asas pemerataan hasil palak, barang curian dan jarahan yang mereka peroleh.

Korupsi di kalangan sipil maupun bersenjata sudah ada dan terjadi sejak jaman dulu kala. Jangan kita mau dikelabui dengan teori bahwa pemerintahan sipil di era Reformasi lebih bobrok dari pemerintahan di jaman Orde Lama apalagi pemerintahan (militer berkulit sipil) Orde Baru. Kalau mau ada teori sipil militer, tetaplah ingat bahwa Soeharto berasal dari TNI AD (32 tahun berkuasa) dan YBS juga sama. Justru kita harus kritis melihat kenyataan bahwa dalam 10 tahun pemerintahan YBS (yang berasal dari TNI AD) kok banyak sekali pejabat sipil yang terbongkar sebagai pelaku korupsi? Sebelumnya bersembunyi dimana mereka?

Di satu pihak itu bukti keterbukaan akses informasi di era reformasi, kemajuan teknologi pengaksesan itu sendiri, dan sekaligus adanya keleluasaan bagi tim seperti KPK dalam melakukan penyidikan. Hal itu tidak mungkin terjadi pada era Orde Baru.

Di lain pihak kita justru bertanya, kebobrokan Polri terungkap, para penjaga hukum sipil dikuliti, tapi kok TNI sejauh ini tampaknya bersih sebersih-bersihnya?

Apa iya?

Apakah ada gerakan penggembosan kredibiltas para penyelengara negara demokrasi berasaskan masyarakat sipil (civil society)?

Tantangan kita dalam menentukan pilihan 2014 nanti semakin berat!

Jakarta, 10 Oktober 2013

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: