Dongengfilm's Blog

April 2, 2013

“Habibie & Ainun” (Faozan Rizal, 2012)

Filed under: Tak Berkategori — dongengfilm @ 2:53 pm

Film boks office terakhir di Indonesia yang berhasil meraih jutaan penonton. Selamat kepada seluruh kru yang terlibat dalam pembuatannya. Saya sendiri baru sempat melihatnya, setelah DVD beredar.

Untung saya tidak menontonnya di bioskop karena saya mungkin akan menjadi satu-satunya penonton yang keluar bioskop sambil marah-marah sementara penonton lain masih sibuk mengeringkan air mata haru mereka.

Jujur… saya KECEWA melihat ketidak-telitian data sejarah di dalam film itu!

Reformasi memang sudah berjalan selama 15 tahun. Artinya turunnya Soeharto terjadi 15 tahun yang lalu. Terlepas dari kurang sempurnanya make up tokoh Habibie dan Ainun pada saat mereka tua, dari awal menonton film ini saya terkagum-kagum pada pemilihan lokasi, setting artistik masing-masing waktu, dan terutama akting pemeran BJ Habibie, Reza Rahadian. Salut.

Tapi saya kaget, tak percaya, ketika melihat bagian proses reformasi. Bagi mereka yang masih ingat, urutan kejadian penting saat itu adalah:
12 Mei 1998: Tragedi Trisakti
13-15 Mei 1998: Kerusuhan Jakarta
21 Mei 1998: Soeharto mengundurkan diri, BJ Habibie diangkat menjadi Presiden.
13 November 1998: Tragedi Semanggi I

Dalam “Habibie & Ainun” cuplikan gambar Tragedi Semanggi I diletakkan SEBELUM Soeharto mengundurkan diri. Apakah penulis skenario tidak melakukan pengecekan data?

Kalau hanya cuplikan gambar saya tidak perduli. Gambar segala demo adalah sama saja. Hanya pengamat seragam aparat, kemudian PHH yang selalu berubah pada jaman itu yang dapat membedakannya.

Tetapi di dalam film dituliskan kejadian itu sebagai Tragedi Semanggi. Benar-benar aneh!

Baru 15 tahun yang lalu. Para pembuat film ini saya tahu betul banyak yang sudah dewasa ketika Reformasi 1998 terjadi. Kok bisa?

Hal ‘kecil’ ini menunjukkan betapa keteledoran riset pada saat pengembangan skenario. Sayang sekali.

Yang lebih ‘menarik’ lagi, ada jutaan penonton film tersebut tapi belum pernah saya membaca berita atau komentar tentang kesalahan data sejarah itu. Mungkin dianggap hanya sebagai film cerita romansa sehingga data sejarah tidak lagi menjadi penting.

Bangsa kita memang PELUPA!

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: