Dongengfilm's Blog

Februari 27, 2013

Ratih Kumala, “Gadis Kretek”. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 2012.

Filed under: Resensi Buku — dongengfilm @ 2:59 am

Gadis Kretek

Ada banyak elemen kebudayaan dalam suatu bangsa. Ada yang berbentuk tradisi, bahasa, kesenian ataupun inovasi. Apalagi bangsa Indonesia yang memiliki wilayah begitu luas dan puluhan suku bangsa.

Bahwa sebuah bangsa TIDAK selalu menghargai kekayaan budayanya dicontohkan dengan berbagai tindak nyata oleh pemerintah dan bangsa Indonesia. Ada deretan daftar panjang unsur kebudayaan yang hancur karena tidak dilestarikan, tidak dihiraukan, atau bahkan memang dimusnahkan oleh pemerintah Indonesia sejak kemerdekaan 1945.

Ada juga yang dilestarikan bahkan dikembangkan, dikaderkan ke generasi muda. Unsur budaya yang paling menonjol dalam hal pelestarian tersistem adalah korupsi.

Ada unsur kebudayaan yang merupakan inovasi anak bangsa yang secara perlahan-lahan dilarang dengan dalih kesehatan. Berbagai peraturan dikeluarkan akibat tekanan perusahaan farmasi asing berbaju kesehatan yang mengarah ke proses eliminasi penemuan jenius tersebut: rokok kretek!

Dalam “Gadis Kretek”, Ratih Kumala berhasil membungkus ilmu pengetahuan terkait sejarah dan tradisi pembuatan rokok kretek di dalam sebuah cerita tentang percintaan. Percintaan yang melibatkan dua keluarga pemilik pabrik rokok kretek yang berseteru sejak mereka masih muda.

“Senyatanya…” kata yang berulangkali dipakai dalam penulisan buku ini telah membantu pembaca untuk masuk ke dalam masyarakat di masa lampau.

Setelah sekian lama tidak membaca pemakaian kata tersebut, apalagi mendengarnya dalam pembicaraan sehari-hari, saya langsung jatuh cinta. Ya, jatuh cinta pada kata “senyatanya”.

Kata itu mengingatkan saya ketika pertama kali ke P. Lombok awal tahun 1990-an. Di sana saya berkenalan (kembali) dengan kata “kali lalu” dalam bahasa percakapan sehari-hari.

Bagi mereka yang mencintai rokok kretek, memahami bahwa rokok kretek merupakan salah satu penemuan brilian anak bangsa, buku ini wajib baca.

Bagi mereka yang tidak ingin masuk kategori bodoh karena tidak memahami inovasi elemen budaya bangsa, buku ini wajib baca.

Bagi mereka yang suka membaca cerita roman tentang percintaan manusia di antara per saingan bisnis, buku ini layak baca.

Bagi saya yang mengoleksi rokok, juga para kolektor rokok lainnya, buku ini harus baca!

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: