Dongengfilm's Blog

Oktober 1, 2012

Celoteh 27 September 2012:

Filed under: Umum — dongengfilm @ 4:38 pm

Kalau umur 17 tahun sudah menyatakan puas dengan tindakannya membunuh orang lain tanpa hubungan klausal yang jelas dengan korbannya, saya yakin seyakin-yakinnya bahwa bangsa ini tidak akan merugi kalau berkurang satu jiwa lagi: hukum mati saja pelakunya!

Soal landasan hukumnya, silakan para penipu dan pedagang hukum dari kalangan pengacara, jaksa ataupun hakim berembuk
bersama. Pasti ketemulah. Beda-beda tipis kok dari mencari pasal yang bisa membebaskan para pembunuh rakyat berbaju aparat.

Secara kehidupan kenegaraan, kalau hukuman itu dijalankan, pasti merupakan pembelajaran yang sangat teramat pahit, pasti dicerca oleh aneka organisasi terkait HAM internasional, atau organisasi (pura-pura) HAM nasional.

Tapi, bagaimana dengan HAM milik si korban? Bagaimana dengan HAM yang harusnya juga menjadi milik keluarga korban?

Pelaku jelas berbakat menjadi pembunuh berdarah dingin. Masa depannya juga jelas, kalau tidak menjadi preman pasar, penjahat berdasi, pejabat korup atau pemuka agama (dadakan). Posisi-posisi yang menurut saya tidak ada faedahnya untuk kelangsungan dan kemajuan bangsa. Lebih sering merugikan. Selama bertahun-tahun kita hidup dan terpaksa menjadi saksi kenyataan pahit itu.

Jangan salahkan guru, kepala sekolah, apalagi satpam dan tata usaha sekolah karena kewajiban mereka untuk menghukum murid yang bersalah sudah lama dikebiri… hanya karena tindak over acting masyarakat (baca: orangtua murid) terhadap istilah HAM (salah kaprah) itu.

Membaca jumlah korban tawuran selama ini kita terkejut. Bukti bahwa para penegak hukum sudah impoten dan hukum sendiri sudah tidak dihormati generasi muda. Mereka memang pandai belajar dan mencontoh khidmat kelakukan dan sikap generasi senior terhadap hukum.

Seperti di banyak kasus di negeri ini, kasus-kasus yang sudah menghabiskan entah berapa banyak halaman media cetak (baca: pohon), listrik untuk media eletronik dan sosial… semua tanpa hasil, kasus tawuran membuat kembali kita bertanya…

Untuk apa ada pemerintah?

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: