Dongengfilm's Blog

September 10, 2012

Antara “The Iron Lady” (Phyllida Lloyd, 2011) dan “The Lady” (Luc Besson).

Filed under: Resensi Film — dongengfilm @ 4:31 am

Keduanya tentang prestasi seorang wanita di dunia pria. Politik selalu identik dengan dunia pria. Kedua sosok yang digambarkan dalam kedua film ini, Margaret Thatcher dan Aung San Ssu Kyi, berhasil menerobos dominasi kaum pria.

Thatcher (Meryl Streep) harus berjuang keras membuktikan diri di ajang politik atas Britania Raya. Latar belakangnya sebagai anak seorang pedagang kelontong membuat perjalanan kariernya semakin berat. Berhadapan dengan elit politik Inggris yang kalau bukan keturunan bangsawan, pastinya keturunan orang kaya. Untung Thatcher sendiri tamatan dari Universitas Oxford. Ia berhasil!

Lain lagi cerita Aung San Ssu Kyi. Dia adalah anak jenderal besar yang dikudeta oleh Jenderal Ne Win. Jenderal Aung San mau menjadikan Burma sebagai negara birokratis. Tapi Ne Win menjadikannya negara militer diktatorial (yang memang sedang trend saat itu sebagai jenis pemerintahan kedua setelah kemerdekaan dari kolonial asing diraih).

Ssu Kyi sendiri menikah dengan seorang pengajar di Universitas Oxford. Ia tinggal di London. Ketika kembali ke Burma, cendekiawan dan aktivis kemanusiaan memintanya memimpin mereka memperjuangkan demokrasi. Ia tidak hanya harus menerobos dunia kekuasaan kaum pria, tapi juga melawan militer yang terkenal telengas dalam meneror, menyiksa dan bahkan membunuh rakyat.

Perjuangan kedua sosok perempuan ini diabadikan dalam bentuk film cerita.

Kita, Indonesia, sebenarnya pernah punya sosok seperti Aung San Ssu Kyi, putri mantan presiden Indonesia pertama. Tidak mudah perjuangannya hingga akhirnya bisa menjadi presiden. Sayangnya, ketika sudah mencapai titik tertinggi, ia tidak berhasil menjadi seorang Margaret Thatcher dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.

Ironisnya, ia hanya bisa mengutip jargon almarhum sang ayah tanpa upaya mewujudkannya. Akhirnya lahir kesimpulan bahwa ia hanya bisa menggadaikan nama sang ayah.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: